PASANG IKLAN DISINI
*Hanya Rp50.000

Contact Us : WebBudi.com

Thanks :)


Translate

Yang Mana Lebih Baik, Investasi Reksadana atau Saham Yang Lebih Bagus?


Yang Mana Lebih Baik, Investasi Reksadana atau Saham Yang Lebih Bagus?


Yang Mana Lebih Baik, Investasi Reksadana atau Saham Yang Lebih Bagus?. Bisa jadi pertanyaan ini sering dimiliki oleh para Investor Baru dan tidak terkecuali diawal mulai berinvestasi kemarinpun Budi juga memikirkan pertanyaan yang sama. Saat ini setelah mencoba dan memulai investasi pada Reksadana dan Saham, jawaban yang bisa Budi berikan kepada teman-teman yaitu begini!

Seperti yang pernah Budi jelaskan pada artikel sebelumnya mengenai "Tips Menabung Yang Benar dan Lebih Untung" jika :

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Sedangkan, Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan.

Selain itu Reksadana dan Saham juga memiliki pengelompokan-pengelompokan lagi, beberapa contohnya yaitu :

4 macam ReksaDana yang paling umum ditemui dan penjelasannya:

1. ReksaDana Pasar Uang (Money Market Fund)

ReksaDana Pasar Uang adalah ReksaDana yang menginvestasikan dana investornya ke instrumen pasar uang. Yang termasuk didalam instrumen pasar uang adalah deposito, surat berharga komersil (commercial paper) dan obligasi yang periode jatuh temponya kurang dari 1 tahun. ReksaDana ini cocok bagi investor yang mempunyai jangka waktu investasi yang pendek, yaitu kurang dari 1 tahun. ReksaDana ini juga cocok bagi investor yang mencari instrumen investasi pengganti tabungan, dikarenakan bunga tabungan yang sangat kecil. Walaupun tingkat return-nya jauh lebih besar daripada bunga tabungan, namun ReksaDana Pasar Uang ini memberikan return yang paling kecil dibandingkan dengan 3 jenis ReksaDana lainnya, dikarenakan ReksaDana Pasar Uang memiliki tingkat risiko yang paling rendah dibandingkan dengan yang lain.

2. ReksaDana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

ReksaDana Pendapatan Tetap, atau yang sering disebut juga sebagai ReksaDana Obligasi, adalah ReksaDana yang menginvestasikan sebagian besar dana investor ke instrumen obligasi/sukuk, baik obligasi/sukuk milik Pemerintah (contoh: SUN, SUKRI) ataupun obligasi/sukuk korporasi. Setidaknya 80% dari dana investor akan diinvestasikan ke obligasi yang memiliki jatuh tempo lebih dari 1 tahun, dan sisanya ditempatkan di instrumen pasar uang. ReksaDana Pendapatan Tetap cocok bagi investor yang tujuan investasinya antara 1 sampai 3 tahun.

3. ReksaDana Campuran (Balanced Fund)

ReksaDana Campuran adalah ReksaDana yang menginvestasikan dana investor ke instrumen saham, obligasi dan juga pasar uang. ReksaDana Campuran cocok bagi investor yang mempunyai jangka waktu investasi menengah, antara 3 sampai 5 tahun. ReksaDana Campuran biasanya memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan Reksadana Pendapatan Tetap, namun tidak terlalu berisiko seperti ReksaDana Saham. Ini dikarenakan adanya elemen saham di ReksaDana Campuran yang bisa memberikan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan ReksaDana Pendapatan Tetap. Bagi investor yang memiliki risk profile yang tidak se-agresif investor saham, ReksaDana Campuran dapat menjadi pilihan.

4. ReksaDana Saham (Equity Fund)

ReksaDana Saham adalah ReksaDana yang menginvestasikan sebagian besar dana investor ke instrumen saham. Setidaknya 80% dari dana investor akan diinvestasikan ke saham dan sisanya ditempatkan di instrumen pasar uang maupun obligasi. ReksaDana Saham lebih cocok bagi investor yang mempunyai jangka waktu investasi panjang, antara 5 sampai 10 tahun. Menganut kepada prinsip high risk high return, ReksaDana Saham mempunyai risiko yang paling tinggi dibandingkan dengan ReksaDana lainnya, tetapi mempunyai tingkat potensi keuntungan yang paling tinggi dibandingkan dengan yang lain.

*Pemilihan ReksaDana harus disesuaikan dengan profil risiko, jangka waktu investasi dan tujuan investasi dari masing-masing investor. Untuk investasi dalam jangka pendek sampai menengah, ReksaDana Pasar Uang dan ReksaDana Pendapatan Tetap dapat menjadi pilihan, tetapi bagi investor yang berminat beinvestasi dalam jangka panjang, boleh dicoba berinvestasi di ReksaDana Campuran dan ReksaDana Saham.

Jenis-jenis saham berdasarkan kapitalisasi pasar:

Kapitalisasi Pasar adalah harga saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar di pasar. Suatu saham yang berkapitalisasi besar biasanya lebih likuid atau mudah diperjualbelikan di bursa. Berdasarkan kapitalisasinya, jenis-jenis saham dikategorikan menjadi :

1. Saham Unggulan atau Papan Atas (Blue Chip - big cap)

Saham yang termasuk kategori ini adalah saham berkapitalisasi pasar diatas Rp. 40 triliun. Selain berkapitalisasi besar saham-saham ini juga tergolong blue chip, yaitu saham perusahaan besar dengan kinerja dan fundamental yang baik, dikelola dengan professional, bergerak pada bidang industri yang dibutuhkan banyak orang, dapat mencetak untung besar dan rutin membagikan dividen. Saham ini fundamentalnya kuat dan tidak mudah digoreng oleh bandar karena kapitalisasi pasarnya besar dan jenis saham ini juga layak dimiliki untuk investasi jangka panjang dibandingkan dengan saham lain.


2. Saham Lapis Kedua (Second Layer – medium cap)

Saham-saham perusahaan yang lebih kecil dari saham blue chip. Kapitalisasi pasarnya antara Rp. 1 triliun sampai Rp. 40 triliun. Pergerakan harga saham lapis kedua biasanya berfluktuatif dan fundamental perusahaan cukup baik, tetapi masih dalam tahap prospek berkembang. Beberapa saham lapis kedua juga tidak begitu likuid dan rentan terhadap aksi goreng-menggoreng di bursa.

3. Saham Lapis Ketiga (Third Layer – small cap)

Saham-saham jenis ini memiliki likuiditas dan kapitalisasi pasar yang amat kecil, yaitu dibawah Rp. 1 triliun. Jenis saham ini juga sering dikenal sebagai saham tidur dan sedikit orang yang memilikinya.

*Saham Unggulan atau Papan Atas (Blue Chip - big cap) adalah jenis saham yang paling banyak dipilih oleh para Investor saham.


Berdasarkan pendapat dari Budi berdasarkan pengalaman, Yang Mana Lebih Baik, Investasi Reksadana atau Saham Yang Lebih Bagus?.

Menurut Budi, keduanya merupakan pilihan yang Baik dan Bagus. Hanya saja untuk teman-teman para Investor Pemula yang masih banyak belum tahu tentang Saham mana yang Bagus dan belum tahu pergerakan harga Saham yang mana yang akan lebih menguntungkan, sebaiknya memulai Investasi pada Reksadana. Hal ini bukan tanpa alasan melainkan pada berbagai produk Reksadana sudah ada Manager Investasinya sendiri yang akan membantu dalam mengelola produk Reksadana yang tersedia.

Demikian sedikit ulasan informasi dengan judul "Yang Mana Lebih Baik, Investasi Reksadana atau Saham Yang Lebih Bagus?", telah Budi terangkan pada artikel diatas. Semoga dapat mudah dipahami oleh teman-teman pembaca semua dan bisa membantu teman-teman semua selaku para Investor Pemula untuk memilih diantara investasi Reksadana atau Saham. Atau teman-teman juga bisa memilih keduanya jika Dana / Tabungan yang teman-teman miliki cukup untuk dialokasikan ke-dua jenis produk ini.

Selanjutnya Budi akan membuat artikel seputar Rekomendasi Produk Reksadana dan Saham Terupdate untuk di Beli dan Jual sebagai Investasi Tabungan.

Yuk mulai Nabung Saham dari Sekarang :)

0 Response to "Yang Mana Lebih Baik, Investasi Reksadana atau Saham Yang Lebih Bagus?"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.